Pages

Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Nazotoki wa Dinner no Ato de by Higashigawa Tokuya

Nazotoki wa Dinner no Ato de (The After-Dinner Mysteries) atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia ‘Pecahkan Misteri Setelah Makan Malam’ merupakan novel karya Tokuya Higashigawa yang bertemakan komedi misteri. Bahkan novel ini sudah dibuat drama dan film dengan judul yang sama di Jepang. Drama seri Nazotoki wa Dinner no Ato de atau disingkat menjadi NazoDi tayang perdana di Stasiun Fuji TV tahun 2011 yang diperankan oleh Sakurai Sho sebagai Kageyama (pelayan baru keluarga Hosho), Keiko Kitagawa sebagai Reiko Hosho (penerus dari keluarga Hosho) dan Kippei Shiina sebagai Kyouichiro Kazamatsuri (detektif). Dengan lagu pembuka Koda Kumi – Love me back dan lagu penutupnya Arashi – Meikyuu Love Song drama ini sukses diterima pemirsanya. Dan, pada tahun 2013 kemarin diluncurkanlah versi film dari Nazotoki wa Dinner no Ato de atau disingkat menjadi NazoDi di beberapa negara di Asia. Meski film NazoDi tidak ada di bioskop Indonesia, para fans bisa menunggu peluncuran DVD Filmnya dan peluncuran novel NazoDi yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Haru tahun ini.

Q : Sudah nonton drama/film The After-Dinner Mysteries?
A :Saya sudah menonton dramanya tapi dikarenakan filmnya tidak ditayangkan di bioskop Indonesia jadi saya belum menonton filmnya.

Q : Suka/tidak dengan tema komedi misteri seperti ini dan kenapa?
A : Hmm…bisa dibilang saya sangat suka, bukan karena pemeran actor dramanya Sakurai Sho (member Arashi) tapi tema komedi misterinya yang unik dan tidak monoton. Misteri yang berbeda-beda membuat saya ikut berfikir untuk menjawab teka-teki misteri yang ada dan membuat dugaan dari fakta-fakta yang ada, layaknya seperti seorang detektif. Komedi yang disisipkan membuat saya yang sedang berfikir tentang misterinya menjadi tertawa dan menjadikan NazoDi unik, karena meski tentang misteri tapi ada komedi di dalamnya.

Q : Kenapa tertarik membaca novel The After-Dinner Mysteries?
A : Selain tertarik dengan drama atau filmnya saya juga tertarik untuk membaca novel The After-Dinner Mysteries ini. Alasannya, karena tema komedi misteri yang disajikan dalam bentuk novel akan seperti apa, misteri apa saja yang akan muncul berikutnya, bagaimana cara Kageyama menyelesaikan misterinya, apakah Reiko bisa menyelesaikan satu misteri tanpa bantuan Kageyama kah dan bagaimana jalan cerita selanjutnya. Ketertarikan saya dengan alur cerita, teka-teki dan komedi yang ada di NazoDi membuat saya penasaran dengan versi novelnya yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Dengan dibuatnya NazoDi dalam versi drama dan film, fans dari drama NazoDi pun penasaran dengan versi asli novelnya seperti apa. Begitu juga sebaliknya para pembaca yang sudah membaca novelnya terlebih dahulu menjadi tertarik untuk menonton drama maupun filmnya. Karna banyaknya peminat novel dan drama dari NazoDi inilah yang membuat Nazotoki wa Dinner no Ato de menjadi terkenal dan menjadikannya Drama Spesial sampai ke versi Filmnya.

Sebelumnya admin sudah membaca Hidamari no Kanojo (Her Sunny Side) keluaran Penerbit Haru loh... Jadi bagi siapa saja yang mau berbaik hati membelikan atau memberikan novel NazoD buat admin, akan admin terima dengan tangan terbuka. hehe ^^

Para fans drama/film Jepang pasti sudah tau NazoD dong? Bagaimana pendapatmu tentang NazoDi? Saran, komentar ataupun kritik admin terima dan menjadi masukan untuk perbaikan di artikel (tulisan) berikutnya. ^^)/

reference : wikipedia
credit picture : google, penerbit haru

Minggu, 20 Mei 2012

Yaeba

Beberapa tahun ini behel atau kawat gigi telah menjadi trend remaja wanita di Indonesia. Di Indonesia, susunan gigi yang rapi dan dan putih adalah bentuk kesempurnaan. Tak hanya di Indonesia, hampir di berbagai penjuru dunia rela menghabiskan banyak uang demi memiliki gigi yang rapi dan putih, sehingga gigi yang cantik dan bersih terpancar ketika tersenyum. Tetapi, tren gigi rapi tak berlaku bagi wanita Jepang, mereka lebih suka gigi yang berantakan.

Trend ini disebut Yaeba atau gigi ganda. Bagi wanita Jepang, gigi gingsul atau taring yang mencuat keluar saat tersenyum merupakan gambaran wanita yang polos dan cute. Sehingga Yaeba dipercaya dapat membuat penampilan seorang wanita lebih muda dengan senyum yang tampak seperti deretan gigi anak-anak. Trend ini digemari wanita muda dan remaja putri.

Sehingga jika mereka tak keberatan menghabiskan $390 (sekitar Rp 3,4 juta) di dental salon untuk menciptakan kesan gigi berantakan. Ada juga perusahaan kosmetik yang mengeluarkan produk untuk menciptakan efek Yaeba secara non-permanen, yaitu dengan merekatkan gigi taring buatan pada gigi taring yang telah ada (gigi taring wanita Jepang biasanya lebih datar).

Nampaknya tren gigi Yaeba ini sudah mulai menyebar ke Indonesia. Tidak sedikit dari wanita Indonesia, terutama remaja putri yang memiliki gigi gingsul dengan taring yang mencuat keluar. Entah bawaan dari lahir atau sengaja merubah susunan gigi dari dental salon, tapi tren gigi Yaeba ini memang menambah kesan imut dan manis ketika tersenyum. Entah kebetulan atau tidak, biasanya wanita yang memiliki gigi Yaeba ini suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jepang. Anime, J-POP, atau budayanya mungkin, itu dikarenakan kebanyakan dari mereka mengagumi hal-hal tentang Japanese.

Berikut adalah beberapa contoh wanita Indonesia yang memiliki gigi Yaeba :
Ghaida F (JKT48)

Kojima Haruna (AKB48)

Don't repost please !

sumber : zona-remaja

Senin, 09 Januari 2012

Belajar Bahasa Jepang (part 1)

Karena kesukaan saya terhadap dunia jejepangan, dari musik, anime, manga, drama seri, movie dan budayanya saya membuat postingan ini. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan beberapa sumber yang dikumpulkan, biasanya para pecinta jepang mereka akan tau sedikit banyak tentang bahasanya.

Katakana – biasanya dipakai untuk nama asing, atau kata serapan dari luar bahasa Jepang. Nama2 orang asing biasanya ditulis menggunakan katakana.

Kanji – sebenarnya memang huruf Cina. Tapi bedanya, cara bacanya menggunakan bahasa Jepang. Satu karakter kanji biasanya melambangkan satu kata tertentu, misal: “sora” (空) artinya “langit”.

Cara baca kanji terbagi dua, yaitu on-yomi dan kun-yomi — tapi sebaiknya nggak dibahas di sini, soalnya ntar kepanjangan.
Hiragana – huruf dasar dalam bahasa Jepang. Dipakai untuk membentuk imbuhan (istilahnya: okurigana). Juga dipakai menjelaskan bunyi suatu kanji yang homograf, yaitu tulisannya sama, tapi pengucapannya berbeda (istilahnya: furigana).


Parents – Go Ryoushin (ごりょうしん)
Father – Otousan / Chichi (おとうさん・ちち)
Mother – Okaasan / Haha (おかあさん・はは)
Brothers – Kyoudai (きょうだい)
Sisters – Shimai (しまい)
Elder Brother – Oniisan / Ani (おにいさん・あに)
Younger Brother – Otoutosan / Otouto (おとうとさん・おとうと)
Elder Sister – Oneesan / Ane (おねえさん・あね)
Younger Sister – Imoutosan / Imouto (いもうとさん・おもうと)
Children – Kodomo (こども)
Husband – Dannasan / Shujin (だんなさん・しゅじん)
Wife – Okusan / Tsuma (おくさん・つま)
Son – Musuko (むすこ)
Daughter – Musume (むすめ)

Berikut ada beberapa kalimat yang lumayan sering dipakai dalam percakapan, semoga bisa membantu..


Yang Umum diucapkan di Awal Pembicaraan



[JAP] Ohayou / Ohayou gozaimasu
[INA] “selamat pagi”


[JAP] Konnichiwa
[INA] “selamat siang”


[JAP] Konbanwa
[INA] “selamat malam”


[JAP] Yoroshiku onegaishimasu
[INA] “mohon bimbingannya” / “mohon bantuannya”

–> (biasanya diucapkan pada saat berkenalan, atau pada saat akan mengerjakan sesuatu bersama-sama)


[JAP] O genki desu ka?
[INA] “Apakah Anda sehat?”/"Apa kabar?"


[JAP] O kage desu / genki desu
[INA] “Saya sehat-sehat saja.”
–> (digunakan untuk menjawab “O genki desu ka?”)

[JAP] Doushita no?
[INA] "Ada apa?"

[JAP] Kyou wa ii o tenki desu ne?
[INA] “Cuaca hari ini bagus, bukan?”


[JAP] Youkoso!
[INA] “Selamat datang!”


[JAP] Moshi-moshi…
[INA] “Halo…” (berbicara lewat telepon)


******



Yang Umum diucapkan Selama Percakapan Berlangsung



[JAP] Hai
[INA] “Ya”

–> (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)


[JAP] Iie
[INA] “Tidak”

–> (kebalikannya “hai”)


[JAP] Arigatou / Arigatou gozaimasu
[INA] “Terima kasih”

–> (gozaimasu di sini dipakai untuk ucapan formal, atau bisa juga menyatakan “terima kasih banyak”)


[JAP] Gomen na sai
[INA] “Mohon maaf”


[JAP] O namae wa?
[INA] " Siapa namamu?"

[JAP] Hontou?
[INA] "Benarkah?"

[JAP] Sumimasen
[INA] “Permisi”

–> (bisa juga diterapkan untuk minta maaf seperti “gomen na sai”)


[JAP] Zannen desu
[INA] “sayang sekali” / “amat disayangkan”


[JAP] Omedetou, ne
[INA] “Selamat ya”

–> (untuk beberapa hal yang baru dicapai, e.g. kelulusan, menang lomba, dsb)


[JAP] Dame / Dame desu yo
[INA] “jangan” / “sebaiknya jangan”


[JAP] Suteki desu ne
[INA] “Bagus ya…” / “indah ya…”

–> (untuk menyatakan sesuatu yang menarik, e.g. ‘hari yang indah’)


[JAP] Sugoi! / Sugoi desu yo!
[INA] “Hebat!”


[JAP] Sou desu ka
[INA] “Jadi begitu…”

–> (menyatakan pengertian atas suatu masalah)



[JAP] Daijoubu desu / Heiki desu
[INA] “(saya) tidak apa-apa” / “(saya) baik-baik saja”


******



Jika Anda Kesulitan menangkap Ucapan Lawan Bicara Anda



[JAP] Chotto yukkuri itte kudasai.
[INA] “Tolong ucapkan lagi dengan lebih lambat.”


[JAP] Mou ichido itte kudasai.
[INA] “Tolong ucapkan sekali lagi.”


[JAP] Motto hakkiri itte kudasai.
[INA] “Tolong ucapkan dengan lebih jelas.”



******



Untuk Mengakhiri Pembicaraan



[JAP] Sayonara
[INA] “Selamat tinggal”


[JAP] Mata aimashou
[INA] “Ayo bertemu lagi kapan-kapan”


[JAP] Ja, mata / mata ne
[INA] “Sampai jumpa”


[JAP] Mata ashita
[INA] “Sampai jumpa besok”



******



Beberapa Kalimat yang Tidak Selalu Muncul dalam Dialog, tetapi merupakan Elemen Kebudayaan Jepang



[JAP] Irasshaimase!
[INA] “Selamat datang!”

–> (kalimat ini hanya diucapkan oleh petugas toko ketika Anda berkunjung)


[JAP] Ittekimasu!
[INA] “Berangkat sekarang!”

–> (kalimat ini diucapkan ketika Anda hendak pergi meninggalkan rumah pada orang yang tetap tinggal di dalam)


[JAP] Itterasshai
[INA] “Hati-hati di jalan”

–> (diucapkan ketika seseorang hendak pergi ke luar rumah; umumnya sebagai jawaban untuk “Ittekimasu”)


[JAP] Itadakimasu
[INA] [literal] “Terima kasih atas makanannya”

–> (kalimat ini sebenarnya tidak diartikan secara harfiah. Masyarakat Jepang biasanya mengucapkan kalimat ini sebagai ungkapan rasa syukur atas makanan yang dihidangkan)


[JAP] Gochisousama deshita
[INA] [literal] “perjamuan/hidangan sudah selesai”

–> (seperti “Itadakimasu”, kalimat ini juga tidak diartikan secara harfiah. Masyarakat Jepang pada umumnya mengucapkan kalimat ini seusai makan)


[JAP] Kimochi ii…!
[INA] [literal] “terasa nyaman”

–> (umum diucapkan jika Anda merasakan sesuatu yang nyaman di suatu tempat. E.g. ketika Anda pergi ke gunung dan merasa bahwa udaranya bagus, kalimat ini bisa dipakai untuk mengekspresikannya. ^^ )


[JAP] Okaerinasai
[INA] " selamat datang"

[JAP] Tadaima
[INA] " aku pulang"

*****

Yah, kira-kira segitu sih. Tentunya karena cuma mencakup sebagian, masih banyak yang bisa ditambahi lagi. Paling tidak, beberapa contoh di atas sudah mencakup beberapa kalimat dialog standar dalam Bahasa Jepang.
Ada yang mau menambahkan? Silakan beri komentarnya.. ^^


"Dilarang copas tanpa seizin admin!"