Pages

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Petualangan di Kebun Raya Bogor

Jumat lalu (29.11.2013) karna dosen matakuliah kedua tidak masuk, tiba-tiba temen-temen cewe sekelas mengajak admin untuk pergi jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Sebenernya sih, udah ada rencana jalan-jalan kesana sebelumnya, tapi selalu dibatalkan karna ada urusan lain dan waktu yang tidak tepat. Kali ini, dengan ide, paksaan dari wulan, uang, bekal, informasi dan tenaga seadanya admin pun ikut ke petualangan kali ini. Mengingat admin belum pernah jalan-jalan ke tempat seperti itu bareng temen-temen kuliah, yaa..admin ikut deh ^ ^ Oh iya! Ini pertama kalinya admin naik Kereta Comuter Line loh.. *norak*

 
Ini tiket Comuter Line untuk sekali jalan
(sejak tahun ini, sudah berubah dalam bentuk card)

Harga untuk jaminan tiketnya Rp.5.000 dan tiketnya sendiri Cuma Rp.2.500 loh untuk sekali perjalanan. ^ ^ Sebenarnya ada juga tiket buat yang langganan naik kereta, aku bilangnya sih card member hehe. Temen-temenku rata-rata naik kereta soalnya, kalau tidak salah warna cardnya hitam dan ada chipnya. Siang itu cuaca depok sangat cerah dan kita pun take off dari stasiun Pondok cina ke stasiun Bogor, sebelum sampe stasiun bogor kita pindah kereta sekali loh.. *lupa di stasiun apa, tapi yang admin inget di stasiun terakhir di depok*

Di dalam kereta kita ngobrol-ngobrol soal ini itu sampe akhirnya di stasiun tujuan!! Sampai disana, admin beserta yang lain (wulan, harti, nurma) mengisi kembali tiket yang tadi sudah dipakai untuk perjalanan pulang nanti (harganya Cuma Rp.2.500).

Selesai itu kita naik angkot yang menuju Kebun Raya Bogor~ Dengan tarif Rp.2.500 /orang kami pun meluncur dari stasiun sampai ke depan kebun Raya Bogor (karna terlalu panjang admin singkat jadi KBR saja yaa). Sampai disana, otomatis kita langsung foto-foto di depan KBR ^^ Masuk ke KBR kita membeli tiket masuk seharga Rp.14.000, meski agak kaget dengan harga tersebut kami pun tetap membelinya.

Tiket masuk Kebun Raya Bogor

Jalanan agak sedikit menurun dan ternyata kami menemukan danau yang cukup besar, airnya sangat hijau (mungkin karna lumut atau ganggang hijau). Karna kita tidak memakai pemandu jadi kami keliling sebentar dekat danau (bisa dibilang sedikit nyasar). Kami bertemu dengan beberapa turis asing loh disana.. ^^

Danau dan salah satu pohon besar yang ada di tepi danau

Waktu makan siang pun tiba dan kami segera mencari tempat untuk makan siang. Bekal yang kami beli di kampus pun kami makan bersama-sama di pinggir danau.  Saat makan siang, terlihat awan mendung di atas danau. Tak jauh dari danau ada gedung putih, admin kurang tau itu termasuk salah satu bagian dari Istana Negara atau bukan tapi gedung tersebut cukup besar.

Tujuan berikutnya mencari jembatan gantung yang ada di KBR. Tapi karna satu dua hal kami malah mampir ke Museum Zoologi. Di museum ini terdapat binatang-binatang (hewan) yang diawetkan, ada juga fosil tulang dari Phitecantropus Erectus (manusia purba) dan lain-lain.

 
Burung yang biasa ada di pantai
*admin lupa namanya*

 
Tulang dari Blue whale (Paus Biru) yang memiliki berat 160 ton (?)
*admin kurang tau ini replika atau bukan*

Admin baru tau jika paus biru tidak memiliki gigi, tapi paus biru memiliki alat penyaring di dalam mulutnya yang disebut Balen

Selesai dari situ admin mengusulkan untuk segera ke jembatan gantung karna sudah mulai gerimis. Dan untuk ke-sekian-kalinya kami bertanya pada petugas yang ada di sekitar KBR dimana lokasi dari Jembatan gantung tersebut. Ternyata dari pintu masuk kita hanya tinggal lurus dan jalan menurun mengikuti aliran sungai yang cukup besar. Langit semakin gelap dan tak lama kami sampai di jembatan tersebut tiba-tiba hujan turun!? Padahal admin belum sempat mengambil banyak gambar disana..

Admin bersama teman-teman di jembatan gantung KBR

Karna takut hujan turun semakin lebat maka kami bergegas untuk pulang meski sempat beristirahat di tengah jalan karna jalanan yang menanjak. Saat istirahat, ada sekumpulan deretan mobil ABRI yang lewat dan salah satu dari kami ada yang bersorak dan disambut dengan hangat oleh ABRI-ABRI tersebut hahaha!

Keluar dari KBR kami mencari angkot untuk menuju ke stasiun dan dengan tariff yang sama (Rp.2.500) kami menuju stasiun. Di dalam angkot kami sangat ramai, bahkan kami berbincang-bincang dengan santai bertanya ini itu pada pak sopir. ^ ^

Di perjalanan menuju stasiun kami melihat pemandangan yang bagus, gunung Salak menjadi background yang sangat bagus dengan hiasan awan-awan putih di sekitarnya. *halah jadi puitis begini* Sampai di stasiun kami langsung naik kereta tujuan ke Jakarta (lewat pocin). Di seberang bangku admin duduk seorang pria bule yang sudah cukup berumur dan karna kelelahan beberapa dari kami pun tertidur dalam kereta. ^^;

Suasana pulang di dalam kereta

Sampai di stasiun Pondok Cina, depok admin pun berpisah dengan yang lain (ratih, nurma, wiwi, mira, ebeth). Hujan dan petir menyambut kami (admin, ulan, harti, galuh), petirnya bukan seperti petir pada umumnya. *serem* Sebelum pulang, admin dan ulan print Laporan Akhir untuk Labsi keesokan harinya sementara harti dan galuh menunggu di depan tempat print dan fotocopy tersebut. Oh iya, keluar dari stasiun kami mengembalikan kembali Comuter Line Card berwarna putih tadi ke tempat pengembalian dan uang jaminan kembali (Rp.5.000).

Hujan mulai turun lagi dan admin pun memutuskan untuk memakai jas hujan di motor. Keluar dari parkiran motor Kampus D kami pun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing dengan cara masing-masing selamat sampai rumah..

Sekian petualangan admin bersama teman kelas. Sampai ketemu di cerita admin berikutnya. Admin deshita~ (^0^) /

Rabu, 02 Januari 2013

Contoh Abstrak, Kutipan dan Daftar Pustaka


((c) Liputan6.com)
The Raid Film Terbaik Tahun Ini versi Sejumlah Media Asing
JAKARTA- Kehadiran film The Raid sepertinya tidak hanya membekas bagi penikmat film di Indonesia. Tapi juga bagi penonton di luar negeri. (Abstrak)

Film yang diproduseri oleh Ario Sagantoro ini diputar serentak di Indonesia dan Amerika Serikat pada 23 Maret 2012. The Raid merupakan film Indonesia pertama yang diputar serentak di Amerika dan Indonesia.

Sambutan positif tak hanya datang dari publik Indonesia. Tapi juga penikmat film luar negeri memberi apresiasi tinggi kepada film yang dibintangi Iko Uwais ini.

Seperti media kebanyakan, sejumlah media hiburan luar negeri pun membuat kaleidoskop film terbaik tahun ini. The Raid masuk dalam daftar film terbaik tahun ini menurut sejumlah situs berita asing.

Salah satunya adalah situs berita Femalefirst dan Total Film. Di situs Totalfilm, The Raid menduduki peringkat 4. Dia hanya kalah dari film The Cabin in Woods, The Imposter dan The Master. Namun, The Raid mengalahkan film The Dark Knight Rises.

Posisi paling tinggi The Raid ada di Femalefirst. The Raid menduduki peringkat kedua mengalahkan film Skyfall yang ada diperingkat ketiga. The Raid hanya kalah dari The Avengers yang berada di posisi puncak.

"Serius, hampir tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan kehebatan film ini dan itu akan membuat anda ketagihan menyaksikan dari awal sampai akhir," tulis review di Femalefirst. (Kutipan)

Sebelum diputar, The Raid meraih penghargaan di ajang Midnight Madness Toronto International Film Festival 2011 pada September 2011 dan penghargaan di The Cadilac People’s Choice pada September 2011.


Daftar Pustaka
Elang Riki Yanuar (2012) . The Raid Film Terbaik Tahun Ini versi Sejumlah Media Asing. From http://celebrity.okezone.com/read/2012/12/26/206/737502/the-raid-film-terbaik-tahun-ini-versi-sejumlah-media-asing, 2 January 2013

Senin, 29 Oktober 2012

Bentou (Bekal ala Jepang)

Apa yang kalian pikirkan soal makanan Jepang? Sushi, mi ramen, mi soba, takoyaki, okonomiyaki kah? Bagi para pelajar di Jepang sana, sudah menjadi kebiasaan untuk membawa bekal makanan tiap hari ke sekolah. Dari bekal yang sederhana sampai bekal yang super ribet. Di Indonesia pun kebiasaan untuk membawa bekal juga sudah ada sejak lama karna para orang tua akan lebih memilih membuatkan bekal yang sehat untuk anaknya, daripada membeli jajanan luar yang belum terjamin kebersihannya. Namun, seiring perkembangan zaman, orang-orang mulai memilih bekal yang cepat saji. Berikut ini ada sedikit penjelasan mengenai bentou dan berbagai jenisnya.
Bentō (弁当 atau べんとう) atau o-bentō adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi berikut lauk-pauk dalam kemasan praktis yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di tempat lain. Seperti halnya nasi bungkus, bentō bisa dimakan sebagai makan siang, makan malam, atau bekal piknik.
Bentō biasanya dikemas untuk porsi satu orang, walaupun dalam arti luas bisa berarti makanan bekal untuk kelompok atau keluarga. Bento dibeli atau disiapkan sendiri di rumah. Ketika dibeli, bentō sudah dilengkapi dengan sumpit sekali pakai, berikut penyedap rasa yang disesuaikan dengan lauk, seperti kecap asin atau saus uster dalam kemasan mini.
Ciri khas bentō adalah pengaturan jenis lauk dan warna agar sedap dipandang serta mengundang selera. Bento dapat pula dihias dan disusun rapi dalam gaya yang disebut kyaraben. Kemasan bento selalu memiliki tutup, dan wadah bentō bisa berupa kotak atau nampan segi empat dari plastik,kotak roti, atau kotak kayu kerajinan tangan yang dipernis. Ibu rumah tangga di Jepang dianggap perlu terampil menyiapkan bentō, walaupun bentō bisa dibeli di mana-mana. Di Indonesia, hidangan ala bento mulai dipopulerkan jaringan restoran siap saji Hoka Hoka Bento sejak tahun 1985.

Sejarah
Pada akhir zaman Kamakura, orang Jepang mengenal makanan praktis berupa nasi yang ditanak dan dikeringkan. Makanan ini disebut hoshi-ii (nasi kering) dan dibawa di dalam tas kecil. Hoshi-ii bisa dimakan begitu saja, atau direbus di dalam air sebelum dimakan. Di zaman Azuchi Momoyama (1568-1600), orang sudah mulai senang makan di luar, dan kotak kayu yang dipernis digunakan sebagai wadah membawa makanan. Bentō mulai dikenal sebagai makanan praktis dalam kesempatan hanami atau upacara minum teh.
Pada zaman Edo (1603-1867), kebudayaan bentō semakin meluas di kalangan rakyat banyak. Orang yang bepergian atau berwisata membawa makanan praktis yang disebut koshibentō (bentō di pinggang). Isinya beberapa onigiri yang dibungkus daun bambu, atau nasi di dalam kemasan kotak beranyam dari bambu yang diikatkan di pinggang. Salah satu jenis bentō yang disebutmakunouchi bentō populer di kalangan rakyat yang menonton pertunjukan noh dan kabuki. Bentō dimakan sewaktu pergantian layar panggung (maku) sehingga dinamakan makunouchi bentō. Di zaman Edo, cara memasak, mengemas, dan menyiapkan bentō untuk kesempatan hanami dan hinamatsuri sudah diterbitkan dalam buku resep masakan.
Penjualan paket nasi yang disebut ekiben (駅弁 bentō stasiun) dimulai sejak zaman Meiji. Ekiben dimaksudkan untuk dinikmati di atas kereta, dan sering merupakan hidangan khas dari daerah tempat stasiun kereta api tersebut berada. Stasiun KA Utsunomiya (Prefektur Ibaraki) merupakan salah satu stasiun yang mengklaim sebagai penjual ekiben yang pertama. Pada 16 Juli 1885, di Stasiun KA Utsunomiya dijual ekiben berupa dua buah onigiri berisi umeboshi dan potongan asinan lobak (takuan) dengan pembungkus daun bambu. Bekal bentō yang dibawa murid dan guru juga mulai populer di zaman Meiji. Jam pelajaran baru selesai di petang hari, dan sekolah-sekolah belum memiliki dapur dan kafetaria yang menyediakan makan siang. Selain bentō berisi nasi, penjual bentō juga mulai menyediakan bentō ala Eropa berisi sandwich.
Pada zaman Taisho (1912 - 1926), perbedaan kaya-miskin yang tajam seusai Perang Dunia I menimbulkan gerakan sosial untuk menghentikan kebiasaan membawa bentō ke sekolah. Bentō dituduh sebagai sarana pamer kekayaan bagi anak orang berada yang mampu membawa nasi ke sekolah.
Pada awal zaman Showa, kotak dari aluminum untuk membawa bento sangat digemari orang Jepang dan merupakan barang mewah. Setelah Perang Dunia II, tradisi membawa bentō secara berangsur-angsur hilang sejalan dengan semakin banyaknya sekolah yang menyediakan ransum makan siang.
Bentō kembali populer di tahun 1980-an setelah dikenal kemasan kotak plastik polistirena sekali pakai, oven microwave, dan semakin meluasnya toko kelontong 24 jam. Sementara itu, bentō buatan ibu kembali mulai digemari, dan tradisi membawa bentō dari rumah hidup kembali. Keahlian menyiapkan bentō untuk anak-anak merupakan kebanggaan tersendiri bagi ibu rumah tangga. Lauk seperti sosis dan nori dipotong-potong atau digunting untuk dijadikan hiasan, seperti daun, bunga, binatang, hingga karakter anime.

Jenis-jenis
Shōkadō bentō (松花堂弁当)
Bentō yang dihidangkan di dalam kotak kayu dengan tutup yang bisa menutup dengan rapat, dan di dalamnya terdapat pembatas untuk membagi wadah menjadi 4 bagian.
Chūka bentō (中華弁当, bentō masakan Cina)
Kemasan bentō berisi makanan Cina.
Kamameshi bentō (釜飯弁当, bentō nasi periuk)
Bentō yang menggunakan periuk tanah liat sebagai kemasan.
Makunouchi bentō (幕の内弁当)
Bentō tradisional berisi nasi dan lauk.
Noriben (海苔弁)
Bentō berisi nasi ditutupi nori (rumput laut kering) yang sudah dicelupkan ke dalam kecap asin (soyu).
Hinomaru bentō (日の丸弁当)
Bentō yang hanya terdiri dari nasi putih dan sebuah umeboshi yang diletakkan di tengah-tengah seperti bendera Jepang.

Istilah yang terkait
Hoka bentō (ホカ弁, bentō panas)
Bentō yang dibeli dari rumah makan bentō untuk dibawa pergi, disertai nasi panas yang baru dimasak (hokahoka) disertai menu sampingan yang baru matang pula. Istilah ini populer setelah munculnya Hokka Hokka Tei.
Shidashi bentō (仕出し弁当, bentō kiriman)
Bentō yang tidak dibuat di rumah, melainkan dibeli di penjual bento atau rumah makan.
Hayaben (早弁 bentō lebih awal)
Perbuatan murid sekolah yang memakan bentō sebelum waktu makan siang tiba.
Soraben (空弁 bentō udara)
Bentō yang dijual di bandar udara.
Rokeben (ロケ弁 bentō lokasi)
Bentō yang disediakan di lokasi syuting film atau acara televisi.
Aisai bentō (愛妻弁当 bentō istri tercinta)
Bentō yang disiapkan istri di rumah untuk suami di kantor.
Reitō mikan (冷凍ミカン jeruk beku)
Pencuci mulut berupa jeruk yang dibekukan dan dijual di stasiun KA atau di atas KA bersama ekiben.

Sebenarnya, kegiatan membuat bentou itu sendiri ada manfaat tersembunyinya loh.. Salah satunya, kita akan menjadi lebih kreatif dalam berkreasi membuat bentou (bekal). Jadi, untuk apa menunggu lagi? Bahan-bahannya yang mudah didapatkan dan dibuat sendiri akan membuat bentou kita lebih berisi dan menarik.

credit to the owner of pict and wikipedia

Jumat, 12 Oktober 2012

Fungsi dan Contoh Penggunaan Tanda Baca pada Kalimat

Ingatkah alasan kalian waktu pertama kali berangkat ke sekolah? Admin sendiri sudah tidak ingat alasan apa yang membuat admin berangkat ke sekolah tiap pagi. Hmm..seperti air yang mengalir, lama kelamaan admin mengetahui apa tujuan dan alasan bersekolah dan seberapa pentingnya. Salah satu manfaat yang secara tidak langsung admin rasakan adalah belajar berkomunikasi dan mencari teman baru. Komunikasi yang baik akan berdampak baik ke depannya, menurut admin setiap orang memiliki gaya berkomunikasinya sendiri dan menjadi ciri khasnya. Seiring perubahan zaman, bahasa komunikasi yang digunakan juga berkembang dan bercampur dengan bahasa asing. Bahasa Indonesia adalah bahasa ibu negeri Indonesia, jadi kita sebagai generasi muda kita harus melestarikannya dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar meski terkadang dianggap remeh oleh orang lain. Kali ini admin ingin membahas sedikit mengenai pemakaian tanda baca yang sering ditemui dalam penulisan berdasarkan buku panduan dan yang admin masih ingat. ^^

  1. Tanda Titik (.)
-          Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh :
Orang tuaku tinggal di Jakarta.
Hari ini tanggal 8 Oktober 2012.
Satoshi menanyakan siapa yang akan datang.
-          Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Contoh :
1.    Patokan Umum
1.1  Isi Karangan
1.2  Ilustrasi
1.2.1      Gambar Tangan
1.2.2     Tabel
1.2.3      Grafik
-          Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh :
2.45.15 (pukul 2 lewat 45 menit 15 detik)
-          Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contoh :
4.15.30 jam (4 jam, 15 menit, 30 detik)
0.0.25 jam (25 detik)
-          Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit daftar pustaka.
Contoh :
Purbianto, A. 1989. Kimia. PT Intan Pariwara. Jakarta.
Siregar, Merari, 1920. Azab dan Sengsara.
Polling dan Harsono, R. 1984. Ilmu Kimia. Erlangga. Jakarta.
-          Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh :
Kota itu berpenduduk 54.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.120 jiwa.

Catatan : Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah; pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya; di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat; di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.
2.    Tanda Koma (,)
-          Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Contoh :
Nino membeli buku, pensil, dan penghapus.
Satu, dua, … tiga!
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
-          Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.
Contoh :
Jun bukan anak saya, melainkan anak Pak Matsumoto.
Saya ingin dating, tetapi hari hujan.
-          Tanda koma dipakai di belakang kata atu ungkapan penghubung antarakalimat yang terdapat pada awal kalimat . Termasuk didalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh :
… Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
… Jadi, soalnya tidak semudah itu.
-          Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Contoh :
O, begitu?
Hati-hati, ya, nanti jatuh.
Wah, hebat sekali!
-          Tanda koma dipakai diantara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh :
Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma, Jalan Raya Salemba 8, Jakarta.
Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
Jakarta, 10 Oktober 2012
Tokyo, Jepang
-          Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari begian lain dalam kalimat.
Contoh :
Kata Masaki, “Saya gembira sekali.”
-          Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh :
Saeni, M.S. 1989. Kimia Dasar. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Alisjahbana, Sultan Takdir. 1949, Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta : PT Pustaka Rakjat.
-          Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh :
W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1076), hlm.4.
-          Tanda Koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh :
Ny. Khadijah, M.A.
B. Ratulangi, S.E.
Dr. Ravi A. Salim
-          Tanda Koma dipakai di dimuka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh :
14,5 m
Rp 11,50
-          Tanda Koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Contoh :
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

Catatan : Tanda Koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiring induk kalimatnya; memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda Tanya atau tanda seru.
3.    Tanda Titik Koma (;)
-          Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh :
Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
-          Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Contoh :
Sho sedang membaca Koran di teras; Jun sibuk menghapal naskah dramanya di kamar; Satoshi sibuk membuat kare di dapur; saya sendiri menonton acara televisi “Arashi ni Shiyagare”.
4.    Tanda Titik Dua (:)
-          Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh :
Ketua     : Ohno Satoshi
Sekretaris        : Matsumoto Jun
Bendahara       : Sho Sakurai
-          Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaki dalam percakapan.
Contoh :
Yui         : (meletakkan gitar di kasur) “Aku lapar.” (pergi ke dapur)
Ibu         : “Ada apa?” (melihat ke arah yui)
Yui         : “Apa masakannya sudah matang?” (memegang pundak ibu)
-          Tanda titik dua dapat dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contoh :
Tempo, I (34), 1971 : 7
Surat Yasin : 8
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup : Sebuag Studi, sudah terbit.
Tjokronegoro, Sutomo, Tjukupkah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco, 1986.
5.    Tanda Hubung (-)
-          Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh :
Disamping cara-cara lama itu ada ju-
ga cara yang baru
-          Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.
Contoh :
Kini ada cara baru untuk meng-
ukur panas.
Penggaris baru ini memudahkan me-
ngukur panjang pita.
Arashi memperoleh pengharga-
an atas penjualan album tertinggi tahun ini.  
-          Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh :
Berulang-ulang
Anak-anak
Kemerah-merahan
-          Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh :
j-a-k-a-r-t-a
8-4-1992
-          Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan –an, (iv) singkatan berhuruf capital dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap.
Contoh :
se-Indonesia
peringkat ke-1
tahun 90-an
Menteri-Sekretaris Negara
-          Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh :
di-smash
pen-tackle-an
6.    Tanda Pisah (-)
-          Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Contoh :
Kemerdekaan bangsa itu – saya yakin akan tercapai – diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
-          Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh :
Rangkaian temuan ini – evolusi, teori kenisbian, dan kini juga mempelahan atom – telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
-          Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai ke’ atau ‘sampai dengan’.
Contoh :
1945-2012
Jakarta-Depok
7.    Tanda Elipsi (…)
-          Tanda elipsi dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Contoh :
Kalau begitu … ya, marilah kita berangkat.
Kalau begitu … ya, marilah kita mulai menari.
-          Tanda elipsi menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Contoh :
Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

Catatan : Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
8.    Tanda Tanya (?)
-          Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Contoh :
Kapan ibu akan pulang?
Kenapa mereka belum dating?
Kamu tahu, bukan?
-          Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
Satoshi dilahirkan pada tahun 1999 (?)
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.
9.    Tanda Seru (!)
-          Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh :
Aku cinta kamu !
Merdeka !
Tutup pintu itu sekarang !
10. Tanda Kurung ((..))
-          Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contoh :
Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
Lusa PMI (Palang Merah Indonesia) akan datang ke Universitas Gunadarma.
Kemarin Fitri lupa untuk mengisi kolom tanggal lahir saat mengisi KRS (Kartu Rencana Studi).
-          Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan integral pokok pembicaraan.
Contoh :
Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.
-          Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh :
Pengendara sepeda motor itu berasal dari (kota) Bandung.
-          Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh :
Populasi manusia di Jakarta dipengaruhi oleh faktor (a) kelahiran, (b) kematian, dan (c) perpindahan penduduk.
Penghuni rumah itu terdiri dari (a) ayah, (b) ibu, dan (c) seorang anak perempuan.
11.  Tanda Kurung Siku ([  ])
-          Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh :
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38]) perlu dibentangkan disini.
12.  Tanda Petik (“…”)
-          Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh :
“Saya belum siap”, kata Mita.
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, ”Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”
-          Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh :
Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu.
Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.
-          Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh :
Kata Susan, “Saya tidak mau.”
Kata Ida, “Saya juga minta satu.”
13.  Tanda Petik Tunggal (‘…’)
-          Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh :
Tanya Mai, “Kau dengar bunyi ‘ping-pong’ tadi?”
“Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, bapak pulang’, dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Pak Dani.
-          Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh :
Feed-back ‘balikan’
14.  Tanda Garis Miring (/)
-          Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa stu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh :
Jalan Kramat IV/39
No. 8/PK/1973
Tahun anggaran 1999/2002
-          Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap.
Contoh :
Ayu pulang kampung melalui jalur darat/laut
Harganya Rp 1000/lembar
15.  Tanpa Penyingkat atau Apostrof (‘)
-          Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contoh :
Budi ‘kan kusurati. (‘kan = akan)
26 November ’12 ( ’12 = 2012)
Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah)

Bagaimana dengan pembahasan dan penjelasan singkat di atas mengenai tanda baca? Kurang lebih, begitulah penggunaan tanda baca yang saya peroleh dan berdasarkan dari beberapa sumber. Semoga tulisan kali ini dapat bermanfaat bagi para pembaca (blogger).

Referensi :
2005. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Pustaka Setia. Bandung.